Selamat datang di Blognya Firmanesa. Dimana blog ini hanya untuk bertujuan memudahkan saya dalam mengerjakan tugas dan sekaligus sedikit-sedikit belajar mengenai blog. Hehehe xD
Pengukur tinggi ( height gauge ) adalah suatu alat yang digunakan untuk
mengukur ketinggian atau memeriksa ukuran tinggi benda kerja dan
sekaligus dapat difungsikan sebagai penanda atau pelukis pada bagian
benda yang diukur atau garis gambar.
Gambar 5.1 : Height Gauge
Gambar 5.2 : Bagian - bagian Height Gauge
Berikut contoh dari video mengenai Height Gauge atau Pengukur tinggi :
Video 1 : Video tentang cara mengukur dengan height gauge dengan versi TESA bagian pertama
Video 2 : Video tentang mengukur cara lain dengan height gauge yang berbeda dengan video sebelumnya
Gergaji besi atau kejuruteraan
dikenali juga dengan nama HACKSAW didalam Bahasa Inggeris. Apabila
sesuatu bahan seperti bar, rods, tubes dan kepingan logam perlu
dipotong kecil atau untuk potongan yang kasar
pada pembentukannya dan pada bagian kerja yang tetap atau
ganjil kedudukannya. Alat yang sesuai adalah mengunakan gergaji
besi ini.
Gergaji besi diperbuat didalam
berbagai jenis bingkainya bagi memegang bilah (mata) gergaji pada
teganganya (tension). Ia adalah alat pemotong yang paling
biasa digunakan didalam bengkel bengkel kejurutruan mekanikal.
Ada juga gergaji yang khas dibuat untuk tujuan memotong kepingan
logam dan lain lain, seperti gergaji pad dan piercing.
Gambar 4.1 : Gergaji Besi
Gambar 4.2 : Bagian-bagian Gergaji Besi / Hacksaw
Frame
berfungsi sebagai tempat mata gergaji.
Handle
berfungsi sebagai Pegangan untuk menggerakkan gergaji.
Butterflynut berfungsi sebagai pengunci dan pengatur tegangan mata gergaji (blade).
Mata gergaji (blade)
berfungsi sebagai pisau pemotong benda kerja
Cara Menggunakan Gergaji
1. Letakkan ujung tangkainya di pangkal telapak tangan kanan seperti
gambar
2. Genggam tangkai pegangan dengan
ibu jari di atas tangkai dan jari lainnya melingkar dibawahnya
Tentukan posisi kaki supaya bisa
memotong dalam kondisi kaki kiri setengah langkah ke depan, terpisah
dari vise, sampai posisi ujung mata gergaji mengenai benda kerja
1.
Posisi bahu dengan gergaji dalam kondisi lurus
2. Cara
memegang gergaji seperti pada photo, ketika menekan tekanlah dengan
keduatangan sambil mendorong dengan beban badan bagian atas,
ketika kembali tariklah dengan tanpa tekanan.
3.
Diakhir pemotongan lakukanlah dengan pelan-pelan tanpa kekuatan
4.
Setelah pekerjaan selesai, tutup kembali vise penjepit, dan kendorkan
pisaugergajinya.
Gambar 4.3 : Salah satu contoh dari cara menggunakan gergaji besi / hacksaw
Berikut adalah video mengenai gergaji besi / hacksaw :
Dengan memutar mur penyetel maka jarak bukaan kaki jangka
dapat diatur sedemikian rupa menurut ukuran yang dikehendaki. Untuk menentukan
ukuran bukaan kaki pada jangka itu digunakan mistar ukur.
Tempatkan ujung kaki – kaki pada alur guratan. Pindahkan
ukuran itu kebidang yang akan dilukis.
Gambar 3.1 : Jangka Tusuk
Cara menggunakan jangka tusuk :
1.Bentangkan kedua kaki jangka tusuk
sesuai keinginan 2.Tancapkan salah satu kaki jangka yang
berfungsi sebagi tumpuan pada saat proses pengerjaan 3. Bila kita akan membuat lingkaran,
maka aturlah kedua kaki jangka sesuai lebar lingkaran yang diinginkan 4. Bila sudah pegang bagian ujung jangka
atau kepala jangka kemudian ditekan dan diputar kaki jangka yang satunya
bisa menggores benda kerja, seperti pada
gambar berikut
Gambar 3.2 : Cara Menggunakan Jangka Tusuk
Jangka Bengkok
Merupakan alat mekanik yang
digunakan untuk mengukur ketebalan atau diameter luar suatu benda kerja
yang terbuat dari baja pilihan.
Gambar 3.3 : Jangka Bengkok
Gambar 3.4 : Penggunaan Jangka Bengkok
Jangka Kaki
Merupakan alat ukur untuk mengukur
lebar lubang atau diameter lubang, jangka kaki terbuat dari baja
terpilih.
Ragum adalah suatu alat penjepit untuk
menjepit benda kerja yang akan dikikir, dipahat, digergaji, ditap, di
sney,dan lain-lain. Dengan memutar tangkai (handle) ragum, Maka mulut
ragum akan menjepit atau membuka / melepas benda kerja yang sedang
dikerjakan. Bibir mulut ragum harus dijaga jangan sampai rusak akibat
terpahat, terkikir dan lain sebagainya.
Gambar 2.1 : Contoh Ragum (Vise)
Bagian - bagian Ragum
Gambar 2.2 : Bagian - bagian Ragum
Cara Penggunaan Ragum
Memilih tinggi ragum yang sesuai
Cara memilih ragum yang sesuai dengan tinggi badan anda :
1. berdiri tegak di ragum
2. tempelkan kepalan tangan pada dagu
3. sikut harus berada diatas mulut ragum dan apabila lengan kita ayunkan,sikut jangan
sampai menyentuh bibir mulut ragum.
Menjepit benda kerja pada ragum
Bila kita menjepit bernda kerja pada ragum, benda kerja yang keluar dari mulut
ragum janganlah terlalu tinggi,
terrutama apabila bahan benda kerja itu terbuat dari logam tipis.Bila
memungkinkan perbandingan bahan yang keluar dari mulut ragum harus lebih
kecil daripada bagian yang terjepit.
Gunakan pelat pelapis untuk menjepit benda kerja, hal ini dilakukan untuk
mencegah terjadinya kerusakan akibat
dari jepitan gigi ragum.Pelat pelapis bisa dibuat dari bahan plat tipis
yang rata, plat siku dll.
Posisi badan dan kaki
Kikir ditekan dan pada waktu didorong ke depan dengan tekanan dari tangan kiri
yang seimbang,sedangkan pada waktu kikir ditarik ke belakang harus bebas dari tekanan
namum tidak berarti kikir harus diangkat dari permukaan benda kerja.
Kedudukan kaki pada pada saat mengikir kedua telapak kaki seolah-olah
membentuk sudut kurang 45°.
Secara Umum Ragum dibagi Menjadi 2
Ragum biasa
Ragum ini digunakan untuk menjepit benda
kerja yang bentuknya sederhana dan biasanya hanya digunakan untuk
mengefrais bidang datar saja.
Gambar 2.3 : Ragum Biasa
2. Ragum Universal
Ragum ini mempunyai dua sumbu perputaran, sehingga dapat diatur letaknya secara datar dan tegak.
Gambar 2.4 : Ragum Universal
Berikut adalah video dari YouTube yang berkaitan dengan Ragum :